The Anestesi Epidural pada Pasien Atrial Septal Defect yang Menjalani Seksio Sesarea
Abstract
Atrial Septal Defect (ASD) merupakan salah satu penyakit jantung bawaan yang paling umum, dengan prevalensi sekitar 13% dari seluruh kelainan jantung kongenital. Secara klinis, sebagian besar pasien dengan ASD tanpa komplikasi dapat bertahan dengan baik hingga dewasa, bahkan sampai masa kehamilan. Pada ibu hamil, perubahan fisiologis selama kehamilan, seperti peningkatan volume plasma, curah jantung, dan penurunan resistensi vaskular sistemik, dapat memperberat beban kerja jantung. Meskipun demikian, bila tidak disertai hipertensi pulmonal atau gagal jantung, sebagian besar pasien hamil dengan ASD dapat mentoleransi perubahan hemodinamik tersebut. Dalam kasus ini, seorang ibu hamil berusia 29 tahun dengan diagnosis ASD, status fisik ASA II, serta hasil pemeriksaan fisik dalam batas normal, direncanakan menjalani seksio sesaria. Selama prosedur operasi, pasien menunjukkan stabilitas hemodinamik tanpa terjadi hipotensi signifikan, gangguan irama jantung, maupun tanda-tanda gagal jantung. Proses persalinan berlangsung lancar, dan kondisi ibu serta bayi pascaoperasi berada dalam keadaan baik, meski berat badan lahir bayi rendah. Pemilihan teknik anestesi menjadi aspek penting pada pasien dengan kelainan jantung kongenital. Anestesi epidural dipilih dibandingkan anestesi umum karena memberikan kontrol yang lebih baik terhadap perubahan hemodinamik, menurunkan risiko depresi miokard, dan menghindari efek negatif dari intubasi maupun ventilasi tekanan positif yang dapat memperburuk pirau. Anestesi Epidural memungkinkan pemberian anestesi secara bertahap sehingga tekanan darah dan denyut jantung dapat dijaga lebih stabil, yang sangat bermanfaat untuk mencegah perubahan mendadak dalam gradien tekanan atrium dan menjaga keseimbangan pirau. Dengan manajemen anestesi yang tepat, pasien dengan ASD dapat menjalani persalinan dengan aman serta meminimalkan risiko komplikasi bagi ibu maupun janin
Downloads
References
Madaan V, Gupta R. Anaesthetic management of a case of large ASD with severe pulmonary hypertension—case presentation. Ain-Shams J Anesthesiol. 2022;14(32):1–4. Doi: 10.1186/s42077-022-00232-3
Balint OH, Samman A, Haberer K, Tobe L, McLaughlin P, Siu SC, et al. Outcomes in patients with pulmonary hypertension undergoing percutaneous atrial septal defect closure. Heart [Internet]. 2008;94(9):1189–93. Teresedia dari: https://heart.bmj.com/lookup/doi/10.1136/hrt.2006.114660
Nashat H, Montanaro C, Li W, Kempny A, Wort SJ, Dimopoulos K, et al. Atrial septal defects and pulmonary arterial hypertension. J Thorac Dis. 2028; 10(Suppl 24):S2953-S2965. Doi: 10.21037/jtd.2018.08.92.
Rodli M, Isngadi I. Atrial septal defect dengan hipertensi pulmonal berat yang dijadwalkan untuk seksio sesarea. J Anestesi Obstet Indones. 2020;1(1):33–9. Doi: 10.47507/obstetri.v1i1.24
Bengali R. Epidural anesthesia for cesarean section in atrial septal defect with pulmonary hypertension. J Evol Med Dent Sci. 2015;4(57):10007–0009. Doi: 10.14260/jemds/2015/1446
Bolabandi R, Akash S, Bagalkotkar N. Anesthetic management of a parturient with large atrial septal defect and mild pulmonary hypertension. Medica Innov. 2019;8(1):37–40. Teresedia dari: https://medicainnovatica.org/medicajuly2019/13.%20Case%20Report.pdf
Boom CE. Anesthesiological management of patients with cardiac disease in pregnancy. J Kardiol Indones. 2011;32(2):118–45. Tersedia: https://core.ac.uk/download/pdf/287192059.pdf
Yap S, Drenthen W, Meijboom F, Moons P, Mulder B, Vliegen H, et al. Comparison of pregnancy outcomes in women with repaired versus unrepaired atrial septal defect. BJOG An Int J Obstet Gynaecol [Internet]. 2009;116(12):1593–601. Tersedia dari: https://obgyn.onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/j.1471-0528.2009.02301.x
Yen P. ASD and VSD flow dynamics and anesthetic management. Anesth Prog [Internet]. 2015;;62(3):125–30. Tersedia dari: https://anesthesiaprogress.kglmeridian.com/view/journals/anpr/62/3/article-p125.xml
Cannesson M, Earing MG, Collange V, Kersten JR. Anesthesia for noncardiac surgery in adults with congenital heart disease. Anesthesiology [Internet]. 2009;111(2):432–40. Tersedia dari: https://pubs.asahq.org/anesthesiology/article/111/2/432/12231/Anesthesia-for-Noncardiac-Surgery-in-Adults-with
Siu SC, Sermer M, Colman JM, Alvarez AN, Mercier LA, Morton BC, et al. Prospective multicenter study of pregnancy outcomes in women with heart disease. Circulation [Internet]. 2001;104(5):515–21. Tersedia dari: https://www.ahajournals.org/doi/10.1161/hc3001.093437
Aglio LS, Lekowski RW, Urman RD, editors. Essential clinical anesthesia review: keywords, questions and answers for the boards. Cambridge: Cambridge University Press; 2015.
Braveman FR. Pregnancy-associated diseases. Dalam: Stoelting’s Anesthesia and Co-Existing Disease. Ed 8th. Hines RL, Jones SB, Eds. Elsevier. 2008, 557–80. Tersedia dari: https://www.elsevier.com/books-and-journals/deleted-doi
Sarkar M, Desai P. Pulmonary hypertension and cardiac anesthesia: Anesthesiologist’s perspective. Ann Card Anaesth [Internet]. 2018;21(2):116-22. Tersedia dari: https://journals.lww.com/10.4103/aca.ACA_123_17
Afrokhul Athir Z, Purwoko. Perioperative management of sectio caesarea surgery in patient with heart valve disorders. Solo J Anesth Pain and Crit Care. 2021;1(1).1–6. Doi: 10.20961/soja.v1i1.49474
Fanniyah F, Isngadi I. Anesthesia management for section cesarean delivery in patient with severe mitral stenosis. SOJA. 2022;2(1):1–8. Doi: 10.20961/ soja.V2i1.55441
Copyright (c) 2026 RTH Seopraptomo, Anggia Rarasati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.












Jurnal Anestesi Obstetri Indonesia