Manajemen Anestesi pada Pasien Preeklampsia Berat disertai Impending Thyroid Storm yang Dilakukan Seksio Sesarea

  • Rory Denny Saputra Faculty of Medicine Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin
  • Iwan Nuryawan Faculty of Medicine Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin
  • Rapto Hardian Faculty of Medicine Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin
  • Nurhayani Nurhayani Faculty of Medicine Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin
  • Kenanga Marwan Sikumbang Department Anesthesiology and Intensive Therapy, Medical Faculty of Lambung Mangkurat University, Ulin Hospital
Keywords: anestesi spinal, ancaman badai tiroid, preeklampsi berat, seksio sesarea

Abstract

Hipertiroid yang tidak terkontrol selama kehamilan dapat menyebabkan preeklamsia. Preeklamsia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan kematian maternal. Wanita hamil yang mengalami preeklamsia dan hipertiroid tidak terkontrol memerlukan pemantuaan ketat dan terminasi kehamilan. Manajemen perioperatif dan anestesi yang tepat diperlukan pada kasus ini untuk mencegah terjadinya badai tiroid dan perburukan pasien akibat preeklamsia. Wanita 26 tahun dengan preeklampsia berat dan hipertiroid. Pada pemeriksaan fisik terdapat pembesaran kelenjar tiroid, eksoftalmus, tremor dan telapak tangan teraba lembab. Tekanan darah 160/100 mmHg, nadi 145 kali permenit, temperatur 36,7°C, SpO2 99% dengan O2 simple mask 5 lpm. pemeriksaan laboratorium didapatkan hemoglobin 12,7 gr/dL, FT4 33,08 ug/dl TSH 0,002 uU/ml, dan protein urin positif. Skor indeks Wayne 24 dan skala Burch Wartofsky’s 35. Sebelum operasi, pasien mendapatkan MgSO4 40% intravena, thyrozol, propanolol dan lugol. Pasien menjalani seksio sesarea dengan anestesi spinal menggunakan bupivakain hiperbarik 0,5% 12,5 mg dan ajuvan fentanil 25 mcg. Pasien menjalani perawatan selama empat hari dengan hemodinamik stabil dan dipulangkan tanpa komplikasi. Manajemen perioperatif dan anestesi yang tepat pada wanita hamil yang disertai preeklamsia berat dan hipertiroid tidak terkontrol dapat mencegah terjadinya perburukan kondisi pasien. Pemilihan anestesi spinal memiliki keuntungan dan aman dilakukan pada kasus ini.

 

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Rory Denny Saputra, Faculty of Medicine Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin

Department of Anesthesiology and Intensive Care Ulin General Hospital Banjarmasin

Iwan Nuryawan, Faculty of Medicine Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin

Department of Anesthesiology and Intensive Care Ulin General Hospital Banjarmasin

Rapto Hardian, Faculty of Medicine Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin

Department of Anesthesiology and Intensive Care Ulin General Hospital Banjarmasin

Nurhayani Nurhayani, Faculty of Medicine Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin

Department of Anesthesiology and Intensive Care Ulin General Hospital Banjarmasin

References

Sumolyo G, Iswari WA, Pardede TU, Darus F, Puspitasari B, Santana S, et al. Diagnosis dan tatalaksana preeklampsia berat tidak tergantung proteinuria. CDK. 2017;44(8):576–9.

Muhani N, Besral. Severe preeclampsia and maternal death. J Kesehat Masy Nas. 2015;10(2):80–6.

Pramono LA, Soebijanto N. Pengelolaan penyakit graves pada kehamilan. CDK. 2016;43(6):435–9.

Kemenkes RI. Buku saku pelayanan kesehatan ibu di Fasilitas Kesehatan Dasar dan Rujukan. Jakarta; 2013.

ACOG Practice Bulletins. Clinical management guidelines for obstetrician – gynecologists. Obstet Gynecol. 2020;133(76):168–86.

Ayu NPR, Sari RDP. Peran kortikosteroid dalam pematangan paru intrauterin. Majority. 2017;6(3):142–7.

POGI. PNPK Diagnosis dan tatalaksana preeklampsia. 2016;1–48.

Rajuddin R, Budiman, Shalahuddin, Taufika DA. Hyperthyroid in pregnancy: a case report. Syst Rev Pharm. 2020;11(5):18–20.

Prabawa A, Negara KS. Diagnosis and comprehensive management of thyroid storm in pregnancy: a case report. Biomed Pharmacol J. 2018;11(3):1329–34.

Ma Y, Li H, Liu J, Lin X, Liu H. Impending thyroid storm in a pregnant woman with undiagnosed hyperthyroidism. Med (Baltimore). 2018;97(3):1–3.

Deswita F, Sari RDP. Penyakit tiroid pada kehamilan: diagnosis dan manajemen. Medula. 2019;9(1):186–91.

Dennis AT. Management of pre-eclampsia: issues for anaesthetists. Anaesthesia. 2012;67(9):1009–20.

Alemayehu TY, Berhe YW, Getnet H, Molallign M. Hemodynamic changes after spinal anesthesia in preeclamptic patients undergoing cesarean section at a tertiary referral center in Ethiopia: a prospective cohort study. Patient Saf Surg. 2020;14(1):1–9.

Wima T, Haloho ABR. Anesthesia management in caesarean section with preeclampsia and partial HELLP syndrome. J Anesthesiol Clin Res. 2020;1(1):8–14.

Henke VG, Bateman BT, Leffert LR. Spinal anesthesia in severe preeclampsia. Anesth Analg. 2013;117(3):686–93.

Park S, Choi S, Jeong J, Kim J. Spinal anesthesia for urgent cesarean section in a patient with uncontrolled hyperthyroidism due to graves’ disease a case report. Anesth Pain Med. 2020;15(3):319–24.

Olawin AM, Das JM. Spinal anesthesia. StatPearls. 2020.

Okatria A, Oktaliansah E, Bisri T. Perbandingan kombinasi bupivakain 0,5% hiperbarik dan fentanil dengan bupivakain 0,5% isobarik dan fentanil terhadap kejadian hipotensi dan tinggi blokade sensorik pada seksio sesarea dengan anestesi spinal. JAP. 2016;4(2):72–9.

CROSSMARK
Published
2022-07-14
DIMENSIONS
Section
Case Report