Manajemen anestesi pada pasien Seksio Sesarea Primigravida dengan Glioblastoma Multiforme
Abstract
Tumor otak pada kehamilan jarang terjadi, Glioblastoma multiforme adalah tumor otak primer yang paling agresif dan biasanya membawa prognosis yang buruk. Tumor otak pada kehamilan berkorelasi dengan terjadinya peningkatan mortalitas maternal, kelahiran premature dan intra uterine growth restriction (IUGR). Adanya tumor otak pada kehamilan akan mempengaruhi penentuan waktu persalinan, jenis dan tehnik anestesi yang akan digunakan. Kasus: Dilaporkan pasien dengan G1P0A0 Hamil 33 minggu, mengeluh sakit kepala hilang timbul sejak 6 bulan yang lalu. Sakit kepala berdenyut terutama sebelah kanan, tidak disertai mual, muntah, pandangan kabur dan kejang. Sakit kepala berkurang dengan obat paracetamol. Awal Mei 2017 pasien merasakan sakit kepala hebat disertai muntah proyektil, dilakukan pemeriksaan MRI kepala, curiga glioblastoma multiforme regio temporoparietal dextra. Diagnosa ditegakkan berdasarkan anamnesa, pemeriksan fisik dan pemeriksaan penunjang. Pasien telah dilakukan SC dengan tehnik regional anestesi epidural obat Levobupivacain 0.5% isobaric 11 ml, janin cukup viable dilahirkan dan mencegah peningkatan tekanan intracranial lebih lanjut. Pasien pulang ke rumah setelah perawatan 5 hari dalam kondisi baik. Pembahasan: Pada wanita hamil dengan tumor otak yang akan dilakukan SC, selama tidak ada kontraindikasi neuroaxial anestesi dapat dilakukan. Tehnik ini pun dilakukan dengan menjaga hemodinamik tetap stabil, mencegah peningkatan tekanan intracranial, seperti saat dilakukan dengan general anestesi. Simpulan: Selama tidak didapati kontraindikasi untuk anestesi neuroaxial, wanita hamil dengan SOL yang tidak mempunyai efek massa, hidrosefalus, atau klinis kearah peningkatan TIK, dapat dilakukan tindakan dengan neuroaxial anestesi.
Anesthesia Management for Cesarean Section in Patient with Glioblastoma Multiforme
Abstract
A brain tumor in pregnancy is rare. Glioblastoma mutltiforme is the most aggressive tumor primary brain and usually have poor prognosis. A brain tumor in pregnancy are associated with increased mortalitas maternal, prematurity and intra uterine growth restriction. The presence of a brain tumor in pregnancy may affect the decision for timing of delivery, type and technique an anesthesia to be used. Case: Patients with G1P0A0 pregnant 33 weeks, complaining of recurrent headaches since 6 months ago. Headache pulsate especially on the right side, without nausea, vomiting, blurred vision or seizures. Headache is relieved with paracetamol. Patients felt a severe headache accompanied by projectile vomiting on May 2017. And performed head examination MRI, suspected glioblastoma multiforme temporoparietal dextra region based on anamnesis, physical examination and brain MRI. Patient has been performed caesarea section with regional anesthesia technique with epidural drug Levobupivacain 0.5% isobaric 11 ml. Patient returns home after 5 days in good condition. Discussion: A pregnant women with a brain tumor to be performed caesarea section procedure, neuroaxial anesthesia can be successfully applied as long as the patients do not have any contraindications. This technique is keeping the hemodynamics stable, preventing an increase in intracranial pressure as when performed with general anesthesia. Conclusion: As long as there is no contraindications are found for neuroaxial anesthesia, pregnant woment with space occupying lesion without mass effect, hydrocephalus or clinical evidence of increasing ICP can be treated with neuroaxial anesthesia.
Downloads
References
Bisri T, Wahjoeningsih S, Suwondo BS. Seksio sesarea pada pasien tumor otak. Anestesi Obstetri. Bandung : Saga Olahcitra. 2013:201–4.
Smith IF, Skelton V. An unusual intracranial tumour presenting in pregnancy. Int J Obstetric Anesth 2007; 16:82–5.
Leffert LR, Schwamm LH. Neuroaxial anesthesia in parturients with intracranial pathology. neuroaxial anesthesia and intracranial lesion in pregnancy. http://anesthesiology.pubs.asahq.org. 2013;119:703–18.
Bisri T. Neurofisiologi. Penanganan Neuroanestesia dan Critical Care Cedera Otak Traumati. Edisi 3. Bandung: Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran. 2012;1–18.
Saleh SS. Neurofisiologi. Sinopsis Neuroanestesia Klinik. Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. 2012; 1–18.
Chestnut DH, Wong CA, Tsen LC, Ngan Kee WD, Beilin Y, Mhyre JM. Neurologic and Neuromuscular. Chestnut’s Obstetric Anesthesia Principles and Practice. 5th Edition. Elsevier. 2014;1129–32.
Price SA, Wilson LM. Tumor Susunan Saraf Pusat. Patofisiologi Konsep Klinis proses-proses Penyakit. Edisi 4. EGC. 1995:1030–40.
Finfer SR. Management of labour and delivery in patient with intracranial neoplasms. Br J Anesth. 1991;67:784–9.
Datta S. Neurologic and Muscular Disease. Anesthetic and Obstetric management of High Risk Pregnancy. 3rd Edition. Springer. 2004;138–39.
Klein JP, Hsu L. Neuroimaging during pregnancy. Semin Neurol. 2011; 31:361–73
Girault A, Dommerguest M, Nizard J. Impact of maternal brain tumors on perinatal and maternal management and outcome: a single referral center retrospective study. EJOGRB. 2014; 183:132–6.
Upadya M, Saneesh PJ. Anaesthesia for non-obstetric surgery during pregnancy. Indian J Anaesth. 2016 Apr:60(4):234–41.
Velde MV. Chapter 16: Nonobstetric surgery during pregnancy. In Chestnut D et all, Chestnut’s Obstetric anesthesia: principles and practice (fifth ed). Philadelpia: Elsevier.2014;358–76.












Jurnal Anestesi Obstetri Indonesia